Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 April 2012

Belajar Rekorder

Diposting oleh Unknown di 23.18 1 komentar
Nah, ane juga baru belajar nih gan.. baru bisa nada dasar doank..
yah, tapi paling sebulanan bisa lah.. gara-gara naksir sama anak musik nih, ya begini nih.. jadi pengen bisa main musik, emang si dari dulu pengen bisa main musik, tapi semuanya cuma hayalan doank.. nah, mumpung sekarang ada yang ngajar nih gan, adek ane yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama alias SMP gan.. check this out deh gan...

Nah,sebelum memulai kuliah hari ini... kalian kudu tau dulu nih apa itu rekorder. Dulu nih kakek buyut ane yang dari Inggris suka mengajar lagu pada burung-burung dengan suling kecil. nah, suling kecil itu dinamai mereka rekorder. Sekilas sama kaya serulingnya para pengembala kebo, bedanya rekorder memiliki 3 bagian, yaitu jeng.. jeng.. bagian kepala yang digunakan untuk meniup, bagian tubuh, dan bagian kaki.




Sekarang kita berlanjut ke nada dasar...

Kalian udah tau kan cara perletakan tangannya? hoho. dapat dilihat digambar dibawah ini.

Nada dasar terdiri dari c d e f g a b c' d' c' f' g' a' 


Karena ane cuma lagi belajar nada dasar nih gan, jadi.. sampe sini dulu ya gan penjelasannya.. kita lanjut next time lagi gan.. kalo ane udah hapal note-note nya ya gan.. :D trims..

Rabu, 18 April 2012

Tuhan dan Fisika Kuantum

Diposting oleh Unknown di 07.08 0 komentar

Tuhan adalah Fisika Kuantum?  






Judul buku : Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama
Penulis : Ian G. Barbour
Penerbit : Mizan
Halaman :

"Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan Bumi."
--Kejadian I:1
"Tetapi, tak ada seorang pun yang melihatnya."
--Steven Weinberg, (The First Three Minutes, 1977)


Setiap kejadian menuntut suatu sebab. Tidak ada rangkaian tak terhingga dari sebab, sehingga mesti ada suatu "sebab pertama" bagi sesuatu. Dan sebab itu adalah Tuhan. Samuel Clarke dalam buku A Demonstration of the Being and Attributes of God (1978) menyatakan bahwa "tak ada yang lebih absurd daripada menduga bahwa sesuatu ada, bukannya tiada."

Keyakinan bahwa jagad raya sebagai keseluruhan mesti memiliki sebab, dan sebab itu adalah Tuhan, diucapkan pertama kali oleh Plato dan Aristoteles. Pemikiran sains-religius ini selanjutnya dikembangkan oleh Thomas Aquinas serta mencapai bentuk yang meyakinkan oleh Gottfried Wilhelm van Leibniz dan Samuel Clarke pada abad ke-18. Pemikiran ini dikenal sebagai argumen kosmologis, yakni argumen kausal dan argumen kontingensi.

Argumen kosmologis dibicarakan dengan skeptisisme oleh David Hume dan Immanuel Kant, yang kemudian diserang secara sengit oleh Bertrand Russell. Sasaran argumen kosmologis berlapis dua. Pertama, menegakkan eksistensi "penggerak pertama", wujud yang menerangkan eksistensi dunia. Kedua, membuktikan bahwa wujud ini adalah Tuhan (God) sebagaimana dipahami oleh para teolog dalam doktrin Yudeo-Kristiani.

Dalam kehidupan, kita jarang meragukan bahwa seluruh kejadian alam semesta ini disebabkan dengan cara tertentu. Misalnya, sebuah jembatan ambruk karena jembatan tersebut kelebihan beban, salju mencair karena panas matahari, dan sebatang pohon tumbuh karena sebutir biji telah ditanamkan. Lalu, adakah sebuah benda tidak memiliki sebab?

Paul Davies, guru besar Fisika Teori pada Universitas New Castle-upon-Tyne, Inggris, dan penulis buku God and the New Physics (1987), menyatakan bahwa banyak ide baru bermunculan di garis depan fisika dasar: teori superstring dan pendekatan lain terhadap apa yang disebut Teori tentang Segala Sesuatu (Theories of Everything), dan kosmologi kuantum sebagai sarana untuk menjelaskan bagaimana alam semesta dapat muncul dari tiada (The Mind of God: The Scientific Basis for a Rational World, 1993).

Di samping itu, telah muncul perhatian luar biasa terhadap apa yang secara sederhana dapat dilukiskan sebagai titik-perjumpaan sains kontemporer dan agama. Pemikiran ini memperoleh dua bentuk yang berbeda. Pertama, dialog yang berkembang pesat antara ilmuwan, filsuf, dan teolog mengenai konsep penciptaan dan isu-isu terkait. Kedua, mode yang sedang berkembang dalam pemikiran mistik dan filsafat Timur, yang telah diklaim oleh beberapa komentator sebagai membuat kontak yang dalam dan bermakna dengan fisika dasar.

Kendati agama secara intrinsik memiliki unsur yang abadi, suci, dan final, pemahaman serta penafsiran atasnya bersifat terbuka dan manusiawi. Desakan untuk menafsirkan agama secara demikian itu semakin diintensifkan oleh kemajuan sains dan teknologi. Sains dan teknologi telah memunculkan tantangan serius terhadap pandangan agama. Teologi klasik akan terlihat usang jika bersikeras mempertahankan doktrinnya tanpa mengupayakan tanggapan baru yang bersifat kreatif dan progresif.

Untuk itu, Profesor Ian G. Barbour, guru besar Fisika dan juga guru besar Teologi pada Carleton College, Amerika Serikat, mengajukan "teologi proses" sebagai jalan untuk mendobrak kebekuan pemikiran keagamaan dalam berinteraksi dengan sains kontemporer. Dengan mengambil ilham dari "filsafat proses" Whitehead, Barbour melalui buku Menemukan Tuhan dalam Sains Kontemporer dan Agama berupaya mengintegrasikan konsep sains kontemporer dengan agama. Dengan cara inilah, manusia diharapkan dapat lebih mengenal Tuhannya, alam semesta, dan hakikat dirinya sendiri, juga hubungan antara ketiganya.

Kekuatan buku ini terletak pada upaya penulis dalam mengintegrasikan karakteristik teori ilmiah yang fundamental dengan model pemahaman tentang Tuhan. Barbour mencoba memetakan hubungan sains dengan agama. Menurutnya, antara sains dan agama terdapat empat varian hubungan: konflik, independensi, dialog, dan integrasi. Dalam hubungan konflik, sains menegasikan eksistensi agama dan agama menegasikan sains. Masing-masing hanya mengakui keabsahan eksistensinya. Dalam hubungan independensi, masing-masing mengakui keabsahan eksistensi yang lain dan menyatakan bahwa di antara sains dan agama tak ada irisan satu sama lain. Dalam hubungan dialog, dia mengakui di antara sains dan agama terdapat kesamaan yang dapat didialogkan antara para ilmuwan (saintis) dan agamawan (teolog).

Dalam buku ini, Barbour mengkaji apakah sains kontemporer dapat memberikan 'kunci' yang akan membuka rahasia (gaib) dari pertanyaan besar yang telah menarik perhatian umat manusia selama ribuan tahun. Ia mengeksplorasi eksistensi Allah (God) dan evolusi, genetika dan kodrat manusia, neurosains dan inteligensi buatan; serta teologi, etika, dan lingkungan.

Dengan memetakan cara bagaimana teori dari ilmuwan, seperti Charles Darwin, Stuart Kauffman, Arthur Peacocke, Alfred North Whitehead, Terrence Deacon, Claude Levi-Strauss, Paul Tillich, James Watson, dan Keith Ward, Barbour telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Ia menempatkan penemuan para ilmuwan ini ke dalam konteks bersama dengan tulisan para filsuf, seperti Plato, Rene Descartes, David Hume, dan Immanuel Kant.

Pemikiran sains kontemporer hingga teologi klasik dari para ilmuwan ini dicoba dipertemukan dan dipertentangkan satu sama lain dalam buku yang cukup memikat ini. Kesimpulannya yang mengejutkan kita adalah bahwa alam semesta bukanlah produk sampingan minor dari kekuatan tanpa pikiran dan tujuan. Kita sungguh berarti ada di sini. Dengan menggunakan sains kontemporer, kita dapat menemukan realitas Tuhan.

Menemukan Tuhan
Sebuah majalah di Amerika pernah menyatakan dalam headline: Astronomers Discover God! (Para Astronom Menemukan Tuhan!). Subyek artikel itu adalah Big Bang (Dentuman Besar) dan kemajuan mutakhir dalam pemahaman tentang penggalan waktu dari jagad raya. Fakta penciptaan itu sendiri dipandang memadai untuk mengungkapkan makna pernyataan: Tuhan menyebabkan penciptaan? Mungkinkah memahami penciptaan tanpa Tuhan?

Model biblikal tentang Allah adalah analog yang ditarik dari satu ranah pengalaman untuk menafsirkan peristiwa di dalam ranah pengalaman lain. Dalam Alkitab (Injil), ada pelbagai ragam model Allah. Dalam Kitab Kejadian, Allah dilukiskan sebagai perancang maha tahu yang memenangkan keteraturan (cosmos) atas kekacauan (chaos).

Teks biblikal lain melukiskan-Nya sebagai seorang perajin tanah liat yang sedang membentuk sebuah barang (Yeremia 18:6; Yesaya 64:8) atau arsitek yang membangun fondasi untuk sebuah bangunan (Ayub 38:4). Allah dibayangkan sebagai Tuhan dan Raja, yang memerintah baik atas alam maupun sejarah. Dalam Perjanjian Baru, Allah mencipta melalui Firman (Yohanes 1), sebuah istilah yang menyatukan ide Ibrani akan Firman Ilahi yang aktif dalam dunia dan pandangan Yunani akan firman (logos) sebagai prinsip rasional.

Kaum muslim memahami bahwa kegaiban Allah menyangkut salah satu sifat utama dan fundamental Allah. Kitab suci Al-Quran secara tegas dan deterministis--misalnya QS.10:101--memerintahkan umat manusia untuk mengkaji secara sistematis, cermat, dan sabar terhadap fenomena alam semesta. Allah Swt. berfirman: "Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah". Lalu jadilah ia." (QS.2:117)
Semua ini adalah variasi yang kaya dari pelbagai ragam model Allah, yang masing-masingnya merupakan analog parsial dan terbatas, yang secara imajinatif menggarisbawahi cara pandang partikular akan relasi Allah dengan dunia (hlm. 228).

Pandangan ortodoks berpendapat bahwa Tuhan itu bukan zat. Logika ilmiah--sebagaimana pernah diungkap Friedrich Nietzsche, Clarke, Leibniz, Hume, Kant, dan Russell--menyatakan hanya ada tiga jenis zat, yakni zat padat, cair, dan gas. Selain itu tidak ada lagi. Tetapi ada sesuatu yang bukan zat yang selalu digunakan untuk memikirkan sesuatu, yaitu "pikiran" itu sendiri. Adakah yang mampu menggambarkan seperti apa wujud pikiran itu? Jika tidak ada, artinya ada "zat" yang tidak terbentuk zat seperti yang kita kenal.

Menurut para teolog, kehidupan merupakan mukjizat tertinggi dan kehidupan manusia merepresentasikan pencapaian yang teranugerahkan dari rancangan induk kosmis Tuhan. Bagi ilmuwan, kehidupan adalah fenomena paling menarik dalam alam semesta. Seratus tahun yang lalu, pokok persoalan tentang asal usul dan evolusi sistem kehidupan menjadi 'medan pertempuran' bagi bentrokan terbesar antara sains dan agama sepanjang sejarah kontemporer.

Teori evolusi Charles Darwin mengguncang fondasi doktrin Kristen dan lebih dari ungkapan lain apapun sejak Nicolaus Copernicus menempatkan Matahari pada pusat sistem tata surya. Konsep ini menyadarkan orang kebanyakan terhadap konsekuensi berjangkauan jauh dari analisis ilmiah. Sains kontemporer, demikianlah tampaknya, dapat mengubah keseluruhan perspektif manusia tentang diri dan relasinya dengan jagad raya.

Bibel menyatakan secara eksplisit bahwa kehidupan merupakan akibat langsung dari aktivitas Tuhan. Ia tidak muncul secara alamiah sebagai akibat proses fisik yang ditegakkan setelah penciptaan langit dan Bumi. Sebaliknya, Tuhan memilih untuk menghasilkan--melalui kekuasaan ketuhanan--mula-mula tumbuh-tumbuhan dan binatang, kemudian manusia. Tentu saja mayoritas umat Kristiani dan Yahudi mengakui hakikat alegoris dari "Kejadian" dan tidak berupaya membela versi Bibel dari asal-usul kehidupan sebagai fakta historis.

Fisika Kuantum
Ide tentang Tuhan Sang Pencipta, yang menyebabkan jagad raya dari kehendak bebas-Nya, berakar kuat dalam budaya Yudeo-Kristiani. Namun, kita telah melihat bagaimana asumsi semacam itu memunculkan problem lebih banyak ketimbang yang dapat diselesaikannya. Kesulitannya melibatkan persoalan tentang hakikat waktu dan ruang.

Jika waktu tercakup dalam jagad raya dan tunduk pada hukum fisika kuantum (quantum physics), ia harus dimasukkan dalam jagad raya yang Tuhan diduga telah menciptakannya. Tetapi apakah artinya mengatakan bahwa Tuhan menciptakan waktu, dalam kaitan dengan pemahaman suatu sebab harus mendahului efeknya? Kausasi adalah aktivitas temporal. Waktu harus telah eksis sebelum sesuatu dapat disebabkan. Gambaran naif tentang Tuhan yang eksis 'sebelum' jagad raya jelas absurd jika waktu tidak eksis--jika tidak ada 'sebelum'.

Argumen kontingensi akan jatuh menjadi korban kesuksesannya sendiri, seandainya kita memperluas definisi "jagad raya" yang mencakup Tuhan. Lalu, apakah penjelasan untuk Tuhan secara total plus jagad raya fisik yang mencakup ruang, waktu, dan materi? Para teolog akan menjawab: "Tuhan adalah wujud 'niscaya', tanpa memerlukan penjelasan. Tuhan memuat di dalam diri-Nya penjelasan tentang eksistensinya sendiri." Jika itu demikian, mengapa kita tidak dapat menggunakan argumen yang sama untuk menjelaskan jagad raya: Jagad raya 'niscaya', ia memuat di dalam dirinya alasan bagi eksistensinya sendiri?

Alam semesta yang kompleks tetapi teratur secara mengagumkan ini pasti memiliki suatu sistem pengatur yang lebih canggih dari hukum alam semesta itu sendiri. Akan tetapi, sistem pengatur tersebut bukan suatu pribadi yang dikenal dengan sebutan "Tuhan" (atau God/ dalam definisi Yudeo-Kristiani), sebab Tuhan tidak dapat menjadi yang paling perkasa jika Dia sendiri tunduk kepada hukum fisika kuantum mengenai waktu. Jika Tuhan tidak menciptakan waktu karena waktu melahirkan dirinya sendiri, tentunya Dia juga tidak pernah menjadi pencipta alam semesta. Kedua masalah tersebut saling bergantungan.

Sebagian ahli fisika karena terilhami oleh simplisitas hukum fundamental yang dimiliki alam semesta, telah berargumentasi bahwa boleh jadi hukum tertinggi (dalam hal ini adigaya) memiliki struktur matematis yang terdefinisi secara unik sebagai satu-satunya prinsip fisika yang konsisten secara logis. Katakanlah, fisika dinyatakan 'niscaya' sama halnya dengan Tuhan dinyatakan 'niscaya' oleh para teolog. Lalu, haruskan kita berkesimpulan bahwa "Tuhan adalah fisika kuantum" sebagaimana telah dilakukan oleh para filsuf seperti Plato?

Apakah yang dapat menjelaskan struktur ruang-waktu dan hukum fisika kuantum yang bahkan dapat menghasilkan suatu dunia yang cocok untuk hidup dan daya inteligensi? Keberatan utama Ian Barbour atas argumentasi ini lebih bersifat teologis daripada ilmiah. Walaupun argumen itu diterima, ia toh hanya mengarah ke Allah versi deisme, yang merancang-bangun alam semesta ini, lalu meninggalkannya berjalan sendiri-dan bukan Allah versi teisme yang terlibat secara aktif dalam dunia dan hidup manusia (hlm. 35).

Kalau kita mengandaikan bahwa "Allah mengendalikan semua ketidaktentuan," kita dapat mempertahankan ide tradisional tentang predestinasi. Ini lebih merupakan determinisme teologis daripada fisikal, sebab tidak ada sesuatu apa pun yang terjadi secara kebetulan.

Sebuah pendapat alternatif mengatakan bahwa sebagian besar peristiwa kuantum terjadi secara kebetulan, tetapi "Allah memengaruhi beberapa di antaranya" tanpa melanggar hukum statistik dari fisika kuantum. Pandangan ini pun sesuai dengan bukti ilmiah (hlm. 83).

Sayangnya, pemikiran genial dari penulis buku Menemukan Tuhan ini dibatasi hanya pada teologi Kristen. Karena itu, buku ini dilengkapi pula dengan Pengantar dari sudut pandang (konsepsi) keimanan Islam yang ditulis Armahedi Mahzar, ilmuwan ITB Bandung.

Keimanan Islam kepada Tuhan sebagaimana ditegaskan Nabi SAW: "Dia (Allah SWT) satu; Dia nyata sekaligus gaib, pertama sekaligus terakhir, tak ada bandingan dan tak ada yang menyamai." Dan Al-Quran menegaskan, "Tuhan kami adalah Tuhan yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk." (QS.20:50)

Konsepsi tentang Allah adalah inti dari seluruh keimanan, ajaran, dan praktik dalam doktrin keislaman. Pilar penyangga segenap bangunan Islam. Dengan konsepsi ini, kita dapat mengukur apakah dalam kehidupan ini pandangan, pemahaman, penilaian, dan sikap kita tentang kejadian alam semesta sudah benar atau masih menyimpang dari kebenaran. Konsepsi ini juga menetapkan batas kualitas kemanusiaan kita. Setidaknya upaya menyeimbangkan dengan konsepsi Islam--memadukan sains kontemporer dan agama ala Ian Barbour--melalui buku ini telah diupayakan, walaupun sangat sedikit dan dangkal.

Buku ini, selain merupakan dialog sains kontemporer dengan agama, diharapkan dapat membuka arah baru bagi dialog lintas-agama. Melalui buku ini, kita diajak berekreasi bersama logika dan nalar untuk mengetahui dan memahami eksistensi Tuhan yang sebenarnya. Tidak berlebihan jika karya Profesor Ian Barbour ini menjadi rujukan penting dalam menemukan konsepsi Tuhan, dan memandu pembaca mencapai puncak ilmu.
l

Syafruddin Azhar, pengamat perbukuan dan editor pada PT Ichtiar Baru van Hoeve, Jakarta.



copyright from komunitas ruang baca tempo

Dari Sebuah Akar

Diposting oleh Unknown di 06.54 0 komentar
Pernah seseorang berkata pada saya beberapa waktu yang lalu 'karya seni maupun sastra itu tidak mencantumkan banyak kata Tuhan dalam karya nya, namun berisi dan bermakna tentang keesaan Tuhan yang hakiki'

Dan saya jatuh cinta dengan catatan seorang Dewi Lestari dalam salah satu novel berlogi-loginya yang berjudul 'Supernova Episode Akar'



Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan
dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan
dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang
menuju tempat tak bernama namun terasa ada
Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi
Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu.

Sabtu, 14 April 2012

Melukis Mimpi Seindah Pelangi

Diposting oleh Unknown di 21.28 0 komentar
"Melukis mimpi seindah pelangi..."
Sebuah kalimat yang saya kutip dari kaos PPA teman saya yang dari jurusan BSI UNNES 2009.
dari kalimat itu saya jadi dapet inspirasi soal mimpi2 saya yang telah saya bangun sejak SMA. Untuk liburan kali ini saya mampu menjadi diri sendiri. Saya pernah berpikir untuk bekerja dan mengantungkan hidup lewat jalan saya , lewat mimpi saya, apakah para pembaca juga begitu? nah coba deh mulai dari sekarang hal sekecil apapun untuk mimpi raihlah seindah pelangi...
Ini cara konyol atau apalah... Namun, cara ini dinilai ampuh. dan saya selalu mencobanya. dari buku chicken soap yang saya baca. kiat menjadi sukses dalam meraih mimpi :
1. Siap kan buku note kecil .
2. Siapkan bolpen.
3. Tulis list apa saja yang anda takutkan untuk meraih mimpi anda mis : Aku takut gagal
4. Tulis list apa yang anda lakukan untuk meraihnya mis : aku harus berusaha untuk mendapatkan mimpiku.
5. Tulis list impian , tujuan dan hasrat anda mis : aku ingin menjadi direktur utama di PT yang aku bangun sendiri.
6. Tulis list kapan anda akan melaksanakannya? mis : setelah saya umur 30 thn
7. Tulis lagi, dimana anda akan melaksanakannya? mis : Semarang
8.Siapa saja yang akan mewujudkan mimpi anda?
9. Mengapa?
10. Kemudian anda tulis di buku catatan anda atau ditempelkan di tempat yang biasa anda lihat "AKU SANGAT BAHAGIA DAN BERSYUKUR ATAS NIKMAT YANG DIBERIKAN TUHAN KEPADAKU"
"AKU SANGAT BAHAGIA DAN BERSYUKUR KARENA AKU SANGAT SUKSES DALAM MELAKUKAN SEGALA HAL YANG AKU LAKUKAN" atau tulis apapun yang menjadi motivasi anda sekalian.
11. tulis impian2 anda di tembok atau di manapun.
12. Buat surat tentang anda setahun yang akan datang yang bisa anda buka setahun yang akan datang tentang bayangan anda mengenai setahun yang akan datang. Lalu anda simpan ditempat yang kira-kira anda ingat. mis. di selipkan dibuku. atau di lemari, atau bisa juga di selipkan di kolom atau pondasi rumah (saran yang ini jangan diikuti)
 Nah... sekarang saatnya untuk mencoba. Dan ingat jangan sampai tidak menjadi diri sendiri...


from : Admin

Rabu, 18 Januari 2012

SLR Vs LDR

Diposting oleh Unknown di 14.58 0 komentar
Apa sih SLR itu?
hayo...yang lagi pada jomblo pasti tau.. SLR (Single Relationship) haha.. bahasa galaunya kali ya..
Kalo LDR pasti udah pada tau donk (Long distance Relationship) hubungan jarak jauh..

Keuntungan SLR

  • kalau jalan kemana-mana,dimana-mana,sama sapa aja gak ada yang marah.. it's so oke baby, doing something what you like..whatever gak ada yang nglarang..
  • Punya banyak kenalan teman, entah itu cewek atau cowok..sekalian buat PEDEKATE , sapa tau bisa jadi sesuatu gitu..
  • lebih fokus sama masa depan, fokus kerja, belajar..
  • Tarif telepon sama SMS bulanan jadi 'HEMAT' bebep.. biasnya gak ada yang ditelpon atau SMS, kalo toh ada paling 1, 2, 3 an sehari -..- 


Kekurangan SLR

  • jadi sering galau gara-gara pengen punya pacar tapi gak kesampean..
  • Kesepian pas malem minggu karena gak ada yang ngapelin..
  • plonga plongo ketika ditinggal temen-temennya berduaan sama si doi




nah, kalo LDR apa sih keuntungan dan keruguannyanya????

Keuntungan LDR

  • Menguji kesetian sama pacarnya..
  • Masih ada status berpacaran, kalo temen-temennya pada punya pacar (gengsi donk, kalo gak punya pacar sendiri)
  • Jadi makin sayang sama si pacar gara-gara jarang ketemu (buat yang tipe gampang bosen)
  • Banyak tantangannya, uji kekuatan cinta kaya baja kanal 22 aja hedeh..


Kerugian LDR

  • Pengeluaran habis buat beli Pulsa,internet, atau apalah..yang penting bisa tetep komunikasi sama si pacar.
  • tingkat perselingkuhan sangat tinggi , iyalah kalo gak bisa mempertahankan kekuatan cintanya..baja kanal 22 pun akan leleh karena tak tahan ditekan terus menurus sama pacarnya yang curigaan..
  • kalo pergi kemana-mana, kudu wajib lapor sama pasangannya.. "Cinta, Lapor..cinta mau makan nasi uduk di warung samping kos dulu yah.."
  • kalo temen-temenya pada pergi sama si doi mereka masing-masing, tetep aja plonga plongo di rumah atau kos, nunggu balesan telepon atau sms sang pujaan hati..
  • kalau ada masalah besar dan perlu ketemu nih, "BERAT DI ONGKOS" tau sendiri anak kos, buat makan aja susah pake, ngamen segala..


Nah, mana yang kamu pilih, tapi dari keduanya ada keuntungan dan kelebihanya masing-masing..tinggal make it fun aja..

bagi yang lagi SLR gua saranin deh, cepet-cepet cari pacar sebelum kiamat !!!hahaha buat yang LDR cepet-cepet deh di Sahin Pake Ijab Kabul...biar kaga lirak lirik yang lain..

HAHAHAHAHAHAHAHAHA
Mari Tertawa
HAHAHAHAHAHA





VS

Selasa, 17 Januari 2012

Iri adalah bumbu kehidupan

Diposting oleh Unknown di 12.33 0 komentar
Salah satu sifat manusia yang 'tidak baik' adalah iri. Iri dengan teman atau orang lain , iri karena kepintaranya, keberuntungannya, kesuksesannya, kekayaannya. iri dapat menjerumuska kita kedalam tindakan yang buruk sekalipun. namun, iri juga dapat bermakna positif bila kita dapat termotivasi untuk menjadi sesuatu. contohnya, saya iri dengan teman saya karena dia sangat pintar menghitung, lalu kita termotivasi untuk menjadi pintar menghitung.
manusia tak kan jauh dari sifat iri, karena iri adalah bumbu kehidupan.





(iri temenya dapet A+)

untuk itu cobalah kalian bersyukur dengan semua yang telah kalian dapatkan, biar jauh dari sifat iri.. tapi kalo iri positif sih gak papa..gue dukung deh.. ha ha ha

Jumat, 09 Desember 2011

mantan

Diposting oleh Unknown di 13.29 0 komentar
Gimana ceritanya mau lupa sama si mantan??
orang tiap kali ke minimarket atau ke swalayan aja, barang pertama yang di liat parfum si mantan..terus, walpaper leptopnya aja foto* pas lagi sama si doi...krik krik krik..lagian nih, tiap kali kesepian mesti pengen nghubungin si mantan..
gitu ceritanya, kenapa putus?? kadang si, pasti sempet berpikir buat balikan lagi..oke, fine fine aja si kalo doi juga mau balikan, kalo enggak...sama aja masuk di lubang buaya...malah mempermaluin diri sendiri...
terkadang banyak hal-hal yang membuat kita pengen balik sama si mantan, dari gayanya, rambutnya, apapun deh...

mantan oh mantan...

semua itu hanya cerita lalu, nasi sudah menjadi bubur..gak mungkin kan si doi juga cinta sama kita lagi, mungkin si doi juga udah nemuin tambatan hatinya.
dan kita nih sebagai mantan yang baik hati kudu ngedukung apapun yang di inginkan si doi, walaupun kadang sakit hati gara* harapan kita sama si doi gak tersampaikan.

oke buat kamu kamu semua, jangan sia-siain deh hubungan kalian, kalau belum putus paling enggak kalian berusaha buat pertahankan hubungan kalian, yang udah putus dan masih sayang sama mantanya kaya aku..mending belajar buat ikhlas ..karena dengan ikhlas, mungkin kalian akan dapet penganti mantan kalian...

take care..^^ GBU



Rabu, 30 November 2011

Kenapa anda bosan???

Diposting oleh Unknown di 09.49 0 komentar
kenapa anda bisa merasakan bosan???


apakah karena suatu kegiatan?atau suatu hubungan?

hal yang paling mendasar ketika anda merasa jenuh atau bosan adalah terjadinya pengulangan-pengulangan kegiatan..betulkah seperti itu?? memang kadang kita bosan melakukan hal-hal yang itu itu saja..tanpa adanya variasi didalamnya.
jangan pernah berfikir kalau anda adalah orang yang membosankan..jangan pernah..karena judge dari diri anda sendiri akan membuat pikiran anda, "anda adalah orang yang membosankan"..

solusi yang paling tepat untuk menghilangkan kejenuhan adalah menemukan variasi dalam hidup anda, menemukan hal-hal yang baru yang menurut anda itu sangat menyenangkan buat anda. Proses pencarian-pencarian hal baru itulah yang mebuat variasi dalam hidup anda.

contohnya ketika anda bosan dengan hubungan anda dengan lawan jenis.. anda bisa mencari hal-hal dari lawan jenis anda yang membuat anda jatuh cinta kepadanya, atau mungkin anda bisa pergi keluar dengan lawan jenisa anda, sekedar ngobrol, membicarakan masa lalu yang pernah anda lalui berdua..

kalau anda bosan dengan rutinitas yang anda lalui, cobalah anda mencari hobi baru, memancing mungkin, tau kalau anda orang yang sibuk..anda bisa ,mengerjakan tugas dari bos anda di sebuah taman atau pegunungan..yang masih asri...agar merasakan suasana baru dalam pencarian.

ingat, jangan pernah berkata kalau anda orang yang membosankan, hiduplah dengan variasi dan inovasi baru untuk medapatkan kesuksesan...karena kebosanan merupakan setan yang selalu membelenggu di jiwa anda..

jadilah orang sukses untuk Tuhan, diri anda, keluarga dan pasangan hidup anda..

Minggu, 27 Maret 2011

tujuan hidup

Diposting oleh Unknown di 21.09 2 komentar
landasan kita hidup adalah tentang kebebasan. kebebasan dalam berpendapat, kebebasan dalam meraih apa yang kita inginkan entah bagaimana caranya.Tterkadang kita lupa akan landasan itu, kadang kita terlalu terbelengu dalam ketidak pastian hidup atau tentang kebiasaan yang monoton. Dan anda harus ingat tentang sebuah kata "KEBEBASAN" maka anda akan pergi ke suatu tempat dimana anda dapat bebas melakukan hal apa saja yang anda inginkan. lepaskan semua beban yang ada dipikiran anda tentang kebosanan hidup dan digantikan dengan kata "BEBAS".maka kebebasan akan datang menghampiri anda.

dan tujuan kita hidup adalah tentang kegembiraan. orang hidup didunia ingin setiap hal yang dia lakukan berawal dan berakhir dengan kegembiraan. dan anda harus ingat dengan kata "KEGEMBIRAAN" maka anda akan mendapatkan makna hidup yang indah dan lebih berarti..


Rabu, 16 Maret 2011

mimpi

Diposting oleh Unknown di 07.37 3 komentar
kenapa meraih sebuah impian selalu di gambarkan seperti ini


memandang sesuatu ke atas..entah apa yang mereka pandang...







atau melompat untuk mendapatkan entah apa yang didapat...


dan yang ini adalah impian mereka untuk bisa bersekolah..dan ini adalah realita yang ada..realita yang kita miliki di negeri kita tercinta...dan aku sangat tersentuh dengan gambar ini, menaikan bulukudukku yang tadinya tak peduli dengan mereka...dan ingin membantu mereka...

bahwa sanya kita harus bersyukur tentang apa yang telah kita miliki saat ini..impian terkasih...

Selasa, 15 Maret 2011

Bagaimana tentang tujuan anda

Diposting oleh Unknown di 10.11 0 komentar
Dan ketika aku terbangun dari tidur malamku. mendengar beberapa jangkrik yang berkata "Lintang, ayo bangkit dan semagatlah...jangan pernah merasa dirimu kurang dalam segala hal...kamu adalah makhluk teristimewa yang Tuhan ciptakan..." dan aku terbagun lagi, itu hanya sebuah mimpi...gurauan bahwa seekor jangkrik mampu menyemangati kita ketika sedang terjatuh. aku terdiam sejenak, memandang target-target pencapaian yang aku tempel diseisi kamar. membaca satu persatu. apa targetku?dan sejenak berpikir, kapan aku akan melaksanakan target itu?dan kembali aku tertidur. jangkrik itu muncul lagi dalam mimpiku..."Kau akan mendapatkan targetmu segera, Lintang. kau tidak akan pernah bisa kalau kau tak memulainya sekarang."
"Bagaimana caranya?" tanyaku kepada sang jangkrik.
"Manusia selalu berpikir bagaimana dan bagaimana untuk mencapai sesuatu. cobalah kau lepasakan pikiranmu tentang kata bagaimana..."
*
esoknya aku tak pernah berpikir tentang bagaimana cara agar aku bisa mendapatkan target itu...yang aku tahu hari itu aku berusaha semaksimal mungkin dengan cara yang Tuhan berikan padaku... dan aku seperti berjalan diatas angin, tak ada beban dengan kata bagaimana...

 

Kopi Gudeg Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting